Thursday, January 8, 2015

Nasi Liwet Teri (Easy Recipe)

Musim hujan sudah tiba. Agak bosan dengan variasi mie rebus untuk dimakan pas hujan-hujan saya kepikiran nasi liwet anget dengan teri teri di dalamnya. Setelah riset di google dan membandingkan beberapa resep nasi liwet akhirnya saya pilih resep yang paling pas sama keadaan bahan mentah saya di kulkas. Terciptalah kemudian nasi ‘Nasi Liwet Teri’ yang dihidangkan dengan lalap kacang panjang dan telur dadar klasik ala Jawa.
Bahan yang kemarin saya gunakan: 2 siung bawang putih 2 siung bawang merah 1 butir kemiri 2 sereh ukuran kecil 2 lembar daun salam Merica, garam, gula secukupnya. 3 genggam beras Teri secukupnya (sesuai selera) Oke, cara masakanya begini.. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri. Kemudian ditumis dengan sereh yang dimemarkan. Oh ya daun salam nya juga ya ikut ditumis. Begitu aromanya udah keluar harum-harum menggoda tambahkan air sebanyak kira kira yang diperlukan untuk memasak beras tadi. Biarkan airnya mendidih. Lalu tuangkan ke beras yang sudah dicampir dengan teri, garam, gula dan merica. Aduk rata, lalu dimasak di magic com. Beberapa saat kemudian akan tercium bau harum dari magic com kamu. Oh ya sempatkan diaduk sekali pada saat nasi sedang dalam proses dimasak di magic com, karena kalau ga diaduk si teri nya cenderung akan ngumpul di atas saja. Selamat mencoba!

Wednesday, January 7, 2015

Nasi Liwet Gudeg

Tiap kali pulang ke Semarang saya sering menyempatkan untuk mampir ke warung nasi liwet dan gudeg di daerah Ngesrep, Tembalang. Warung ini menyediakan menu khas jawa seperti gudeg, dan aneka lodeh. Favorit saya disini adalah opor ayam nya. Dan yang pasti saya pilih dari opor itu adalah brutu! Kalau gak tahu brutu itu adalah bagian punggung belakang dari ayam, bagian yang tidak bakal diberikan oleh Bu Kadar untuk saya pas masih kecil. Ketika kuliahan dan mulai baca majalah saya sendiri juga mengjhindari brutu karena lemaknya yang tinggi juga karena kalau dilihat dari asalnya, brutu alah muara kotoran ayam itu diikeluarkan. Tapi semakin kesini, brutu jadi favorite dish of opor ayam. Dannnnn, opor ayam di warung yang saya ceritakan ini ennnaaaak! Sangat mirip dengan opor ayamnya Bu Kadar. Rasanya manis gurih dengan santan yang tidak terlalu kental. Dagingnya lembut, artinya tidak alot tapi juga tidak rapuh hancur. Pas! Pernah ga makan opor ayam sampai manis gurihnya masih nempel di bibir biarpun makannannya udah tandas? Nah yang saya rasakan tiap kali makan opor di warung Ngesrep tadi adalah begitu. Harganya? Terjangkau. Rata-rata 15 rb sudah plus dengan teh dan kerupuk. Lokasinya yang agak kurang bisa menjelaskan dengan detail. Kalau dari patung kuda Ngesrep tinggal lurus. Ada di kiri jalan deketan sama bestik Solo. Detail bangetnya next post ya.. salam, Anak Bu Kadar